Selasa, 07 Juni 2016
Senin, 06 Juni 2016
One Fine Day 💏
Minggu, 13 Maret 2016
Lagi lagi rumah sakit
Rabu, 9 maret 2016
Pagi ini aku bangun dengan damai dan penuh suka cita di hari yg sedang di hebohkan oleh berita mengenai "gerhana matahari". Karena libur dan tidak ada acara, aku memutuskan untuk ke kantor sekedar iseng berkumpul dengan teman baru yg akan di seleksi oleh rokuagency. Tak ada yang berbeda siang itu. Semua berlalu seperti hari lainnya. Akupun memutuskan untuk pulang pukul 15.00 dan tepat 16.15 sore zulmi dan edo datang ngajakin karaoke .
Malam hari sepulang dari karaoke, aku melihat mantan pacarku pergi bersama wanita lain, dan aku entah kenapa aku merasa perasaanku tidak enak. Tiba-tiba saja dalam pikiranku terlintas untuk mencari obat penenang di internet. Saat itu aku masih ingat dengan memoriku saat dirawat 2 kali karena meminum obat dari klinik karna salah resep obat. Jadi aku menahan keinginan itu dan mencoba mengalihkan perhatianku dengan mencari kegiatan. Bermain instagram menjadi pilihanku.
Tapi tak lama, pikiran itu muncul lagi. Kali ini aku benar-benar ingin meminum obat penenang. Semakin aku ingat bahaya yang akan terjadi, semakin tinggi hasratku untuk meminum obat banyak-banyak. Aku tak mengerti bagaimana dan kenapa hal itu bisa terjadi. Tepat jam 11 malam, aku sudah benar-benar tidak tahan dan akhirnya mencoba mencari obatobat ku dulu di lemari. Tapi aku tak menemukan 1 pun obat tersisa hingga aku hanya meringkuk di atas tempat tidur sambil membiarkan air mataku berlinang sendiri.
Kamis.10 maret 2016
Hari ini mama membuat janji dengan bgmus untuk pijat urat.Sampai disana, aku disambut oleh seorang pria yg kemungkinan adalah cucu dri bgmus. Selagi menunggu dia terus menanyai sepuar kegiatanku jdi bisa di blg kami sudah saling kenal. Hingga akhirnya giliranku tiba. Aku diminta berbaring di salah satu bed disana.
Hingga bgmus mulai memijat, luar biasanya aku terus menjerit karna semua uratku di tekannya. Sakit? Sangat!
Bgmus blg keadaanku tidak stabil, dia memberikanku resep herbal lalu kami pulang. Sampai rumah, hari sudah sore. Aku mencoba meminum obat herbal yg di berikan bgmus tapi selagi aku meminum obat herbal yg di berikan bgmus, Semakin besar keinginanku untuk minum obat penenang. Aku benar-benar tak bisa menahannya. Akhirnya, jam 8 malam, aku keluar rumah dengan alasan pergi isi pulsa. Padahal aku pergi ke apotek membeli 2 Amitriptyline dan 1 CTM. Setelah itu aku mampir ke minimarket dan membeli minum. Disana juga aku menelan 20 butir Amitriptyline dan 12 butir CTM. Aku puas. Perasaanku lebih baik. Lalu aku kembali ke rumah.
Dirumah aku masih bercanda-canda dengan mama dan bapak. Kami browsing internet bersama membuka sebuah situs yang lucu. Tertawa seakan tidak terjadi apa-apa. Lalu jam 10 malam aku berniat untuk tidur. Tapi efek obat mulai terasa. Jantungku berdebar kencang, kepalaku sakit, dan kakiku dingin sekali lalu uratku kejang. Aku tidak bisa tidur. Aku coba nikmati rasa sakit itu dengan mendengarkan musik. Hari pun berganti.
Jum'at 11 maret 2016
Sekitar jam 1 malam, perutku mual sekali dan akhirnya aku muntah. Tapi kulihat tidak ada obat keluar dari muntahan itu. Artinya obat itu telah dicerna di ususku dan kandungannya mulai masuk darah. Jam 2 malam, aku mencoba menghitung nadiku sendiri. Tak kusangka, nadiku begitu cepat dan terasa sungguh mendebarkan, hasil hitungannya mencapai 178x/menit. Gila pikirku. Lalu aku menghubungi mama. Mama langsung menghampiri aku dan panik. Akhirnya mama dan bapak hanya memberiku air soda dan susu kental manis. Dua setengah jam aku menggigil hingga tanpa sadar akupun tertidur
Pagi, siang, dan sore hari kuhabiskan dirumah. Nadiku masih berdenyut cepat sekali, jantungku berdebar-debar seperti mau copot, kakiku masih dingin, dan kepalaku juga masih sakit sekali. Aku hanya bisa berbaring sambil nonton TV. Tapi menjelang malam, aku benar-benar tidak tahan lagi. Akhirnya bapak membawaku kerumah sakit untuk konsultasi.
Sabtu 12 maret 2016
Pagi dini hari aku bangun dalam keadaan paling kacau. Nafasku sesak tidak karuan, akhirnya aku beranikan diri mengirim pesan ke robi. Pesan yg kukira akan jadi pesan terakhirku. Setelah mengirim pesan aku segera siap" karna tak lama setelah itu aku dapati kabar bahwa temanku masuk RSB di daerah ayahanda. Aku langsung menuju ke RSB pukul 13.00 siang, sebelum berangkat, aku meminum 8butir amitriptyline lalu menuju ke RSB
Cuaca medan saat itu panas terik. Kepalaku kembali pusing. Hidungku kembali mimisan. Awalnya aku berpikir untuk menepi tapi aku keburu pingsan lebih dulu sebelum berhasil memarkirkan kereta
Saat sadar aku tengah berada dirumah penduduk, dalam keadaan baju penuh Darah, di tanyai oleh pemilik rumah hingga robi, mama, bapak dtg ke tempat aku pingsan. Akupun langsung di larikan ke RSRP. Aku dibawa ke UGD RSRP. Disana aku berbaring setelah diperiksa tanda vitalnya. Lama sekali aku menunggu. Tidak ada dokter yang menangani karena disana ramai pasien. Akhirnya 2 orang perawat datang menemuiku. Kami berbicara di ruang konsultasi, masih seputaran UGD. Aku kembali menceritakan apa yang terjadi dengan detail. Ditanya berbagai macam pertanyaan juga. Lalu mereka menghubungi dokter saraf. Hasilnya, dokter meminta aku dirawat dan melakukan Scan serta Eeg. Selain karena di RSRP biasa ruangannya penuh, diRS ini susah untuk mendapatkan kamar jika masalahnya adalah saraf. Jadi aku diminta dirawat di ruangan kelas 2. Sebelum pindah kesana, ada seorang Suster yang memeriksaku. Saat itu nadiku sudah turun menjadi 104x/menit, dan aku sudah minum ponstan untuk meredakan sakit kepala. Dan diinfus lagi untuk diberi tindakan lainnya.
Minggu 13 maret 2016
Pagi dini hari aku berbaring di sebuah tempat tidur pada kamar kelas 2, ruang rawat pasien saraf. Disebelah tempat tidurku ada tempat tidur lain yang diisi seorang ibu paruh baya. Ia hanya diam saja melihat kedatanganku. Memang penyakinya adalah pembengkakan otak tetapi ia memang cenderung diam, larut dalam penyakitnya. Dengan pasrah aku berusaha tidur karena aku benar-benar mengantuk. Mama dan bapak pun tetap berada dsini menunggu aku karena memang pasien yang dirawat wajib untuk ditunggui. HP-ku juga disita agar aku benar-benar tidur. Tidak terganggu dengan HP.
Paginya aku bangun, mama datang membawakan aku coklat sebagai bingkisan karena hari ini adalah hari ulang tahun adikku. Selagi mama memberikan coklat itu padaku, seorang pasien dari kamar lain ternyata mengintai. Lalu ia masuk, mengajak berkenalan, dan tanpa basa-basi, ia meminta coklat yang ada di genggamanku. Kuberikan coklat itu sebagian kepadanya karena ia tampak memaksa. Lalu perawat disana melihat kejadian itu dan mengusirnya keluar. Ternyata pasien itu menderita gastritis akut dan sedang dalam fase manik. Pantaslah kelakuannya seperti itu. Tak lama, dokterpun datang dan tampak kecewa dengan apa yang kulakukan. Kami membicarakan banyak hal. Ia menanyakan apa tujuanku melakukan tindakan bodoh ini. Kujawab, aku sendiri ingin merasakan sensasi disaat menikmati dan merasa puas saat minum obat
menantang kematian, dan ingin mendapat perhatian dari orang sekitar. Aku juga bingung jika ditanya kenapa aku bisa melakukan ini. Aku hanya ingin sensasi itu, dan hasratku itu tidak bisa kukontrol. Pokoknya aku ingin merasakan puas dengan meminum obat penenang sebanyak mungkin. Hal ini mirip dengan gangguan pengendalian impuls katanya. Tak lama keluargaku datang. Lengkap. Kami semua duduk bersama membicarakan rencana penangananku ke depan. Selain itu juga membicarakan harapan, kendala, dan masalah yang ada dalam keluargaku. Semua dibicarakan dengan terbuka. Aku merasa senang melihat semua ternyata peduli denganku. Aku harus bisa berjuang lebih keras untuk melawan keinginanku yang aneh itu. Setelah membicarakan itu semua, aku pun kembali tidur menunggu sore tiba...
Jumat, 11 Maret 2016
Might be my last :)
Nobody really needs me
I don't even care about myself anymore
Why can't i just die??
I just really hate who i am
Can i sleep and never wake up?
Because i'm living where some of us are human
How do i hande this?
I don't know how to handle this.
Let's try. Goodbye....
Rabu, 24 Februari 2016
Menunggu Kembali (060715)
saat kamu memutuskan pergi dari hidupku, aku tak bisa memikirkan apa yg selanjutnya akan membuatku semangat menjalani apa yg sudah ku bangun sampai hari ini. aku minum alkohol cukup banyak, merokok lebih dari dua belas batang malam ini. padahal kemarin ketika berkenalan denganmu aku begitu semangat menghentikan segalanya karna aku ingin menjaga kesehatanku demi kamu. sebelumnya aku tidak merokok sayang, seperti yg ku bilang padamu. lidahku tidak cocok dengan asap dan hal hal seperti itu. tak ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu, selain kata maaf karena telah membawamu berlari sejauh dan selelah ini. cuaca medan yg mulai sering berganti kemarau hingga penghujan semakin membawaku pada kenangan kenangan percakapan kita. awalnya aku berpikir, aku belum pernah menemukan pria dengan suara setulus kamu, kamu membuatku tergoda dengan segala percakapan kita di penghujung malam, dan kamu berhasil membuatku sadar bahwa aku takkan pernah bisa kehilanganmu.
ini bukan salahmu, salahku yang dari awal telah memilihmu, salahku yg terlalu cepat tertarik pada pesonamu sehingga aku melakukan segala cara agar kamu tetap ingin menghabiskan hari harimu bersamaku, agar perkenalan ini berusia panjang sampai status kita semakin jelas dan nyata. kamu berhasil menumbuhkan rasa penasaranku, kamu berhasil membuatku kembali merasakan debaran aneh karna jatuh cinta, dan kamu kembali mengingatkanku pada rasa kehilangan karna terlalu mencintai.
pagi tadi aku memantau kucingku yg tengah asik makan. mungkin ini konyol tapi semua hal yg kulihat selalu memaksaku untuk kembali mengingatmu. aku ingat ketika kamu memarahiku tiap aku memeluk dan mencium kucingku penuh rasa gemas. ketika memasak masakan pedas, kamu slalu blg masakan pedas tidak baik untuk kesehatanku. ketika kamu di tugaskan keluar kota aku slalu mecari cara untuk menghubungimu sekedar mendengar suaramu mampu memuaskan rasa rinduku. hingga untuk pertama kalinya ayah mengizinkanku ikut temannya dalam acara pergelaran dana dari rakyat kembali ke rakyat yg di adakan cukup jauh dari tempat asalku, tapi kamu harus percaya bahwa setiap menit yg ku habiskan disana hanya untuk membayangkanmu. membayangkan betapa kamu akan bahagia melihat banyak anak perempuan yg tertawa melihat badut yg sedikit kaku melakukan atraksi sulapnya, melihat bagaimana pohon stroberi bisa tumbuh berbaris dengan tinggi yg seimbang beserta warna merah muda lembut, bagaimana rasanya percikan air terjun taman eden yg menyejukkan dan membuatmu tergoda untuk menyatu bersamanya, bagaimana bahagianya aku menuliskan namamu dan namaku di sebuah pot kecil yg telah diisi oleh benih-benih pohon beringin yg akan tumbuh menjulang seperti pohon pohon lainnya, dimana ada sebaris harapan bahwa aku juga ingin cinta kita ikut tumbuh bersama pohon itu.
Priaku yang tahan banting.
aku menyesal pernah membuatmu terluka, aku menyesal telah membuatmu jatuh cinta. kalau kamu mau tau, perasaan sakit yg kau rasakan jauh membuatku lebih menderita daripadamu saat kau melakukan hal hal yg "dulu kuanggap bukan dirimu". maafkan aku, salahku yg mencintaimu dengan cara segila ini. salahku yg menggenggam tanganmu untuk pelan pelan memasuki duniaku, dan masih salahku karna telah sebodoh ini untuk tetap mencintaimu. ketakutanku semakin nyata, kamu harus harus tau rasa sakitku semakin berlipat ketika aku tahu bahwa kamu membohongiku. maafkan aku yg terlalu mencintaimu ini.
aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin meninggalkanmu. tapi aku tak bisa, terlalu banyak yg telah kau curi dariku. perhatianku, rasa cintaku, waktuku berasa teman temanku, bulan bulan penuh kepedihan karna jarakmu dengan jarakku. terlalu banyak hal yg terlewatkan terlalu banyak juga yg kau renggut dariku, dan bodohnya aku yg selama ini menjalaninya dengan perasaan murni karna rasa cintaku padamu. tapi segala pengorbananku tak pernah berarti bagimu. yg orang orang tahu aku hanya gadis bodoh yg terobsesi denganmu, yg orang orang tahu aku hanyalah gadis dengan banyak permainan yg akan menyiksamu, tanpa mereka tau, akulah korban sebenarnya, akulah boneka dan kau dalangnya. aku hanya tanah liat yg menatapmu bagai berlian. hanya aku. hanya aku yg tak pernah ragu menunjukan bkn sekedar mengatakan bahwa aku sungguh mencintaimu. sungguh walau kita memiliki perasaan yg berbeda.
aku turut menyesali perasaanku yg mudah luluh karna kehadiranmu. kamu membawa sesuatu yg ajaib sehingga aku kembali menemukan semangat hidupku, namun ketika kau pergi, aku tak lagi punya alasan untuk menjalani hari hari. aku kembali kepada rutinitas menyebalkan, kembali ke kehidupanku yg menyebalkan, dan yg paling menyedihkan adalah aku benci diriku yg benar benar menyebalkan.
aku bukan wanita yg mudah blg rindu, tapi aku ingin mengaku bahwa selama beberapa hari ini aku sangat merindukanmu, tak lagi ada tgl 6 yg spesial bagi kita, kamu benar, kita sangat kacau dan tak lagi ada yg bisa di perbaiki. aku menutup mata untuk masa depan yg kita impikan. akan tetapi, masihkan kau ingin memegang janjiku yg ingin menua bersamamu? tenanglah aku akan menyempurnakan diriku sendiri tanpamu. aku tetap mencintaimu, bi bahkan setelah semua insiden yg telah ku alami, bahkan ketika kau pergi tanpa lambaian tangan. ku mohon jika kamu punya jalan kembalilah. kamu tahu dimana rumah tempat mu kembali.












