Rabu, 24 Februari 2016

Menunggu Kembali (060715)

Teruntuk Pria ku, yg mudah emosi dan memaki,

saat kamu memutuskan pergi dari hidupku, aku tak bisa memikirkan apa yg selanjutnya akan membuatku semangat menjalani apa yg sudah ku bangun sampai hari ini. aku minum alkohol cukup banyak, merokok lebih dari dua belas batang malam ini. padahal kemarin ketika berkenalan denganmu aku begitu semangat menghentikan segalanya karna aku ingin menjaga kesehatanku demi kamu. sebelumnya aku tidak merokok sayang, seperti yg ku bilang padamu. lidahku tidak cocok dengan asap dan hal hal seperti itu. tak ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu, selain kata maaf karena telah membawamu berlari sejauh dan selelah ini. cuaca medan yg mulai sering berganti kemarau hingga penghujan semakin membawaku pada kenangan kenangan percakapan kita. awalnya aku berpikir, aku belum pernah menemukan pria dengan suara setulus kamu, kamu membuatku tergoda dengan segala percakapan kita di penghujung malam, dan kamu berhasil membuatku sadar bahwa aku takkan pernah bisa kehilanganmu.

ini bukan salahmu, salahku yang dari awal telah memilihmu, salahku yg terlalu cepat tertarik pada pesonamu sehingga aku melakukan segala cara agar kamu tetap ingin menghabiskan hari harimu bersamaku, agar perkenalan ini berusia panjang sampai status kita semakin jelas dan nyata. kamu berhasil menumbuhkan rasa penasaranku, kamu berhasil membuatku kembali merasakan debaran aneh karna jatuh cinta, dan kamu kembali mengingatkanku pada rasa kehilangan karna terlalu mencintai.

pagi tadi aku memantau kucingku yg tengah asik makan. mungkin ini konyol tapi semua hal yg kulihat selalu memaksaku untuk kembali mengingatmu. aku ingat ketika kamu memarahiku tiap aku memeluk dan mencium kucingku penuh rasa gemas. ketika memasak masakan pedas, kamu slalu blg masakan pedas tidak baik untuk kesehatanku. ketika kamu di tugaskan keluar kota aku slalu mecari cara untuk menghubungimu sekedar mendengar suaramu mampu memuaskan rasa rinduku. hingga untuk pertama kalinya ayah mengizinkanku ikut temannya dalam acara pergelaran dana dari rakyat kembali ke rakyat yg di adakan cukup jauh dari tempat asalku, tapi kamu harus percaya bahwa setiap menit yg ku habiskan disana hanya untuk membayangkanmu. membayangkan betapa kamu akan bahagia melihat banyak anak perempuan yg tertawa melihat badut yg sedikit kaku melakukan atraksi sulapnya, melihat bagaimana pohon stroberi bisa tumbuh berbaris dengan tinggi yg seimbang beserta warna merah muda lembut, bagaimana rasanya percikan air terjun taman eden yg menyejukkan dan membuatmu tergoda untuk menyatu bersamanya, bagaimana bahagianya aku menuliskan namamu dan namaku di sebuah pot kecil yg telah diisi oleh benih-benih pohon beringin yg akan tumbuh menjulang seperti pohon pohon lainnya, dimana ada sebaris harapan bahwa aku juga ingin cinta kita ikut tumbuh bersama pohon itu.

Priaku yang tahan banting.
aku menyesal pernah membuatmu terluka, aku menyesal telah membuatmu jatuh cinta. kalau kamu mau tau, perasaan sakit yg kau rasakan jauh membuatku lebih menderita daripadamu saat kau melakukan hal hal yg "dulu kuanggap bukan dirimu". maafkan aku, salahku yg mencintaimu dengan cara segila ini. salahku yg menggenggam tanganmu untuk pelan pelan memasuki duniaku, dan masih salahku karna telah  sebodoh ini untuk tetap mencintaimu. ketakutanku semakin nyata, kamu harus harus tau rasa sakitku semakin berlipat ketika aku tahu bahwa kamu membohongiku. maafkan aku yg terlalu mencintaimu ini.

aku sangat mencintaimu, aku sangat ingin meninggalkanmu. tapi aku tak bisa, terlalu banyak yg telah kau curi dariku. perhatianku, rasa cintaku, waktuku berasa teman temanku, bulan bulan penuh kepedihan karna jarakmu dengan jarakku. terlalu banyak hal yg terlewatkan terlalu banyak juga yg kau renggut dariku, dan bodohnya aku yg selama ini menjalaninya dengan perasaan murni karna rasa cintaku padamu. tapi segala pengorbananku tak pernah berarti bagimu. yg orang orang tahu aku hanya gadis bodoh yg terobsesi denganmu,  yg orang orang tahu aku hanyalah gadis dengan banyak permainan yg akan menyiksamu, tanpa mereka tau, akulah korban sebenarnya,  akulah boneka dan kau dalangnya. aku hanya tanah liat yg menatapmu bagai berlian. hanya aku. hanya aku yg tak pernah ragu menunjukan bkn sekedar mengatakan bahwa aku sungguh mencintaimu. sungguh walau kita memiliki perasaan yg berbeda.

aku turut menyesali perasaanku yg mudah luluh karna kehadiranmu. kamu membawa sesuatu yg ajaib sehingga aku kembali menemukan semangat hidupku, namun ketika kau pergi, aku tak lagi punya alasan untuk menjalani hari hari.  aku kembali kepada rutinitas menyebalkan, kembali ke kehidupanku yg menyebalkan, dan yg paling menyedihkan adalah aku benci diriku yg benar benar menyebalkan.

aku bukan wanita yg mudah blg rindu, tapi aku ingin mengaku bahwa selama beberapa hari ini aku sangat merindukanmu, tak lagi ada tgl 6 yg spesial bagi kita, kamu benar, kita sangat kacau dan tak lagi ada yg bisa di perbaiki. aku menutup mata untuk masa depan yg kita impikan. akan tetapi, masihkan kau ingin memegang janjiku yg ingin menua bersamamu? tenanglah aku akan menyempurnakan diriku sendiri tanpamu. aku tetap mencintaimu, bi bahkan setelah semua insiden yg telah ku alami, bahkan ketika kau pergi tanpa lambaian tangan. ku mohon jika kamu punya jalan kembalilah. kamu tahu dimana rumah tempat mu kembali.


dari Dita mu
si gadis palembang 
yg mulai berjalan mundur
Dan selalu mencintaimu, Robi.

Pengikut