Aku masih belum tidur, meski tubuhku lelah terkena pengaruh ibuprofen1800mg/24 dengan efek samping mual, dan lelah yg berlebihan, disaat semua pasien terlelap diatas tempat tidur dengan selimut yg hangat. Aku lebih memilih diam di depan laptop, mendengarkan alunan musik dan merdunya suara sam smith menyanyikan lagu lay me down yg semakin lama semakin membuat kamarku semakin sunyi. Hidup ku juga semakin sunyi. Sejak kepergianmu.
Mataku masih terus menatap layar laptop memperhatikan barisan abjad sambil satu tangan yg tertusuk jarum pengalir cairan elektrolit yg terus mengutak-atik deretan album musik favoritku, dengan suasana hening dibawah atap rumah sakit yg berada di medan timur membuat malam ini semakin sepi.
Entah sejak kapan mataku mendapati satu lagu yg pernah kita nyanyikan bersama, tentunya dengan sedikit paksaan lastchild ft giselle-seluruh nafas ini . Masih ingat...?
Hey bi, betapa aku rindu candaanmu, betapa aku rindu hangatnya perhatianmu, dan betapa aku kedinginan menantimu pulang meskipun hujan yang turun tidak akan segera membuatmu pulang kerumahmu.
Saat ini aku sedang mendengar lagu "secondhand.s.-fall for you" hingga sampai pada bait "i know you don't think that i'm trying" berakhir di "i won't live to see another day" dan seketika aku sedang memposisikan diriku yg memujamu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kamulah gambaran pria yg tak akan bisa aku tinggalkan. Singkatnya, aku tak bisa menolak untuk tidak mencintaimu. Kamulah jawaban dari semua doaku, aku mengira kamulah yg akan tetap tinggal, hingga setiap doaku selalu terselip namamu, hingga setiap jantungku mendenyutkan namamu. Namun, nyatanya? Kamu pergi begitu saja, menganggapku sama seperti perempuan lainnya, memposisikan aku sebagai pemuja bukan pecinta. Padahal kalau boleh sedikit berbisik di telingamu, aku ingin mengatakan bahwa aku bukan sekedar fansmu, aku penggemarmu nomor satu, yg dengan senang hati akan berjanji membahagiakanmu, jika suatu hari kamu kembali padaku.
Kepergianmu yg tiba-tiba adalah kiamat kecil bagiku. Tahukah kamu bagaimana rasanya menjadi seorang wanita yg setiap hari menatap ponselnya hanya untuk menunggu pesanmu? Tahukah kamu rasanya jadi seseorang yang diam-diam memperhatikan sosial mediamu dan membaca kembali pesan-pesan lamamu hanya untuk mengobati perih dan sakitnya rindu? Tahukah kamu betapa menderitanya menjadi gadis yg hanya bisa berprasangka, hanya bisa mengira, hanya bisa menerka bagaimana perasaanmu padaku selama ini? Tahukah kamu betapa tersiksanya hidup menjadi orang yg slalu bertanya-tanya, kesana kemari, mencarimu kemana-mana, sementara kamu melenggang seenaknya seakan tidak terjadi apa-apa diantara kita? Tahukah kamu perihnya menahan diri untuk tidak menghubungimu lebih dahulu karna aku begitu tau diri bahwa kita tidak pernah ada dalam status dan kejelasan? Tahukah kamu lelahnya menjadi orang yg terus berharap, terus berkata dalam hati, begitu percaya bahwa suatu hari kamu akan kembali?
Dan aku masih menunggu, menghitung hari, menanti kamu pulang, menanti ingatanmu kembali padaku. Tahukah kamu, betapa tersiksanya aku ketika kamu tidak memberi kabarmu, Ketika kamu tidak menyapaku, ketika tidak ada lagi percakapan diantara kita. Dan ketika kamu tiba-tiba menghempaskanku ke dasar daratan, ketika kita sedang asiknya terbang bersama? Katakan padaku, bahwa aku terlalu berlebihan, terlalu berdrama, aku terlalu membawa perasaan. Aku tidak peduli apa kata orang, mereka tidak pernah paham betapa dalamnya perasaanku, seperti kamu yg tidak pernah mengerti betapa aku mencintaimu.
Mungkin saat ini kamu akan bertanya padaku, mengapa dengan mudah aku bisa jatuh cinta. Dengarlah, duduklah di hadapanku, dan tatap mataku dalam-dalam. Aku sudah memperhatikanmu, bahkan sebelum kita saling mengenal, bahkan sebelum insiden "eh", bahkan sebelum kita begitu dekat, aku sudah mengintaimu. Meskipun aku tidak pernah tau siapa dirimu, bagaimana keseharianmu, siapa saja kekasihmu, siapa saja gebetanmu. Bagiku, semua itu tak penting lagi. Aku mencintaimu, dan akan terus begitu. Meskipun kamu sekali lagi, tidak akan pernah tau.
Aku masih menanti suatu hari, kamu akan memperlakukanku sehangat kemarin. Dan kita tertawa, bercanda, memeluk awan, meraih bintang, menari bahagia di permukaan saturnus. Aku masih menunggu, hari-hari saat kamu kembali, dan rasakan hangatnya pelukmu yang dulu pernah jadi mimpi kecilku. Bisa aku rasakan desah nafasmu ketika kamu berbisik di telingaku. Bisa aku dengar suara medhokmu menyanyikan lagu all of me, bisa aku rasakan rapatnya jemarimu ketika menggenggam tanganku. Dan aku bersumpah demi apapun Tidak akan melepaskanmu
Sungguh aku tidak berharap lebih. Saat ini aku hanya ingin bertemu denganmu, hanya ingin menatap sinar matamu, mata yg entah mengapa selalu membuatku percaya, masih ada cinta disana.
Sungguh aku tidak berharap lebih, keinginanku sederhana. Kita duduk berdua saja, di alun-alun barat medan. Tidak ada percakapan yg terjadi, hanya hati kita yg saling menghampiri. Kamu menggenggam tanganku, aku menggenggam tanganmu. Kita menghela nafas sesaat, masih tak percaya bahwa pada akhirnya, kamu kembali. Lalu, kamu memandangiku, aku menatap matamu. Kamu mendekat. Semakin dekat. Bisa aku rasakan aroma parfummu. Bisa aku rasakan hembusan nafasmu menyentuh wajahku. Lalu.....
Beranikah? Aku menantangmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar